oleh

Tingkatkan Kapasitas SDM, PPSDM Gelar Pelatihan Paralegal

LEBAK | Bekerjasama dengan Lembaga Bantuan Hukum Studi Kebijakan Publik (LBH Sikap), Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Damar Desa menggelar pelatihan Paralegal.

Setelah pelatihan Paralegal tahap I terlaksana, LBH Sikap dan PPSDM kembali menggelar pelatihan Paralegal tahap II yang dilaksanakan di Hotel Horison Altama Pandeglang, 4 September 2019.

Sedikitnya, 105 orang peserta dari masyarakat dan Perangkat Desa (Perades) di Kabupaten Lebak mengikuti kegiatan pelatihan Paralegal.

Kepala PPSDM Damar Desa, Iman Sampurna mengatakan, pelatihan yang dilaksanakannya itu bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme pelayanan aparatur pemerintah desa kepada masyarakat serta memberikan wawasan hukum dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat di desanya masing-masing.

“Saya mengharapkan aparatur Pemerintah Desa mampu mengimplementaaikan UU No. 6 Tahun 2014, bahwa desa  dan  desa  adat  atau  yang  disebut dengan  nama  lain. Desa adalah  kesatuan  masyarakat hukum  yang  memiliki batas  wilayah  yang  berwenang  untuk  mengatur dan mengurus urusan pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul/ hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan NKRI,” katanya.

Dilain pihak Ketua LBH Sikap Banten Acep Saepudin mengungkapkan, dengan adanya pelatihan Paralegal ini diharapkan pemahaman akan hukum semakin terbuka lebar.

“Saya berharap pemahaman semacam itu tidak hanya untuk masyarakat kota saja tetapi merata ke masyarakat desa sehingga para peserta mampu menyelesaikan permasalahan yang ada di masyarakat tanpa harus dibawa ke ranah pengadilan atau non Litigas,” ungkapnya.

Menanggapi hal itu, Ahmad (29) aparatur Desa Harjawana, Kecamatan Bojongmanik yang mengikuti pelatihan Paralegal menyatakan, dirinya sangat mengapresiasi inisiator dan ide yang cemerlang khususnya untuk generasi muda sekarang ini.

“Dengan adanya pelatihan Paralegal, saya dan kawan-kawan sedikit mengerti dasar hukum sehingga ketika kita pulang ke desa masing-masing dapat mensosialisasikan kembali kepada masyarakat terutama kepada generasi milenial,” katanya.

Kebetulan kata Ahmad, backround pendidikan terakhirnya itu bukan di bidang hukum tetapi di ekonomi. Namun demikian, kata Ahmad lagi, ilmu hukum itu ternyata ada kaitannya dengan ilmu ekonomi, artinya ilmu hukum ini merupakan ilmu yang multi fungsi.

“Saran saya kedepan, pelatihan Paralegal ini harus ada simulasi bukan hanya teoritis yang dipelajari,” pungkasnya. (emo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed