oleh

PETI di Kawasan TNGHS Blok Cikidang Ditutup

LEBAK | Sedikitnya 20 lubang galian Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) blok Cikidang, ditutup.

Penutupan PETI dilakukan Tim Operasi simpatik gabungan dari Ditjen Gakkum LHK, Balai TNGHS, Pemda Lebak, Polres Lebak, Kodim Lebak, serta masyarakat Adat Kasepuhan Cisungsang.

Terdapat kurang lebih 200 orang melakukan kegiatan PETI dan dengan puluhan tempat berupa gubug penambang ilegal. Akibat aktivitas para PETI yang berlangsung cukup lama itu, berdampak pada kerusakan lingkungan dan ekosistem hutan yang cukup berat, seperti penebangan pohon dan rusaknya vegetasi bawah tanah yang menyebabkan hilangnya habitat satwa liar.

Selain itu, tanah dan sungai mengalami pencemaran akibat sampah karung dan plastik yang terdapat kandungan kimia berupa merkuri. Berubahnya struktur tanah juga mengakibatkan tanah rawan longsor.

Kepala Balai TNGHS, Awen Supranata mengatakan, penghentian kegiatan PETI di kawasan TNGHS merupakan upaya KLHK untuk menekan kerusakan kawasan hutan, kerusakan lingkungan serta upaya menghilangkan dampak pencemaran tanah dan air yang disebabkan oleh sampah dan kimia dari mercuri.

“Berbagai upaya telah dilakukan Balai TNGHS kegiatan PETI. Sejak 2011-2017 dengan melakukan patroli rutin maupun operasi gabungan dengan berbagai pihak serta monitoring bersama PT. Antam Tbk sebagai bagian dari kegiatan pasca tambang yang dilakukan,” kata Awen, Rabu (10/7/2019).

Direktur Pencegahan dan Pengamanan Hutan Ditjen Gakkum LHK, Sustyo Iriyono mengatakan, pihaknya mendukung operasi simpatik penutupan PETI di Kawasan Hutan TNGHS.

Menurutnya, agar kawasan hutan tetap terjaga dari bentuk tekanan dan upaya perusakan sehingga fungsi hutan tetap terjaga dan dapat dirasakan masyarakat luas operasi serupa harus terus dilakukan.

“Alhamdulilah dengan kegiatan ini Resort Gunung Bedil seluas 7.768 Ha dapat
teramankan dari kegiatan PETI,” ujarnya.

Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya menyambut baik penutupan PETI di kawasan hutan TNGHS blok Cikidang, Level 400 dan Level 500 yang dilakukan Tim Gabungan Operasi Simpatik.

Ia berharap setelah penutupan PETI, ada program lanjutan sosial ekonomi bagi masyarakat, sehingga kegiatan serupa tidak terulang kembali. Iti menegaskan, dengan adanya program sosial ekonomi tersebut masyarakat yang dulunya penambang memiliki kegiatan lain yang berbasis agrobisnis.

“Saya berharap Balai TNGHS dapat mendukung program perberdayaan masyarakat itu,” tegasnya. (emo/hmsl)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed