oleh

Warga Terdampak Jalan Tol Tahap Dua di Lebak Menyambut Baik

LEBAK | Warga terdampak pembangunan jalan tol Serang – Panimbang di empat Kecamatan di Kabupaten Lebak, Banten menyambut baik program nasional tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Ade Sutiana, Camat Kecamatan Cileles, saat ditemui wartawan di kantornya usai acara Konsultasi Publik pengadaan tanah tambahan ruas jalan tol Serang-Panimbang, Rabu (17/07/2019).

Menurut Ade, pada acara konsultasi publik itu dihadiri Dinas PUPR Provinsi Banten, BPN, Muspika Kecamatan Cileles, Kepala Desa dan warga yang terkena dampak pembangunan jalan tol Serang – Panimbang tahap ke-dua, diantaranya warga Desa Gumuruh, Cipadang, Banjarsari, Margamulya dan Desa Daroyon.

“Mereka semua (warga terdampak) menyatakan mendukung pembangunan jalan tol Serang – Panimbang saat kita tanya,” katanya.

Namun demikian kata Ade, pada sesi tanya jawab, ada beberapa permasalahan yang disampaikan oleh warga terdampak pada pihak terkait.

“Saya berharap permasalahan tersebut segera diselesaikan dengan baik dan cepat oleh pihak-pihak terkait,” imbuhnya.

Dilain pihak, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pengadaan tanah jalan tol Serang-Panimbang wilayah Kabupaten Lebak, Muhammad Mustanir mengatakan, jumlah bidang yang akan dibebaskan pada tahap ke-dua sebanyak 842 bidang.

Dari 842 bidang tersebut berada di 19 Desa yang tersebar di empat Kecamatan, diantaranya Kecamatan Cibadak, Cikulur, Banjarsari, Cileles dan Kecamatan Banjarsari.

“Untuk harga dimungkinkan ada perbedaan (harga tanah permeter akan mengalami kenaikan). Karena taksiran harga akan berbeda ketika dilakukan tahun 2017 dengan 2018,” kata Mustanir.

Ia menjelaskan, terkait besaran harga itu belum bisa dikonfirmasi, ada tahapan setelah lokasi tanah di taksir tim Appraisal atau Kantor Jasa Penilai Publik.

“Taksiran harga tanah ranah KJJP.  KJJP turun setelah warga menyetujui lahan miliknya dibebaskan,” jelasnya. (emo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed