oleh

73 BUMDes di Lebak Dibekukan, Kondisi Tidak Sehat

LEBAK | InteraksiMedia.com – Dalam kondisi tidak sehat sebanyak 73 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dari jumlah total 227 BUMDes pengelolaannya terpaksa dibekukan.

Hal itu disampaikan Noriyatna, Kepala Seksi Bina Usaha Lembaga Ekonomi Masyarakat Desa (Binus LEMD) pada Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Lebak.

Menurut Norriyatna, 166 BUMDes baru melakukan usaha rintisan dengan penyertaan modal tahun 2017, dan 61 diantaranya berjalan dengan penyertaan modal tahun 2015 dan 2016.

“Ada 62 BUMDes yang sehat, dan BUMDes yang tidak sehat karena gagal usaha sebanyak 68. Dan BUMDes yang diduga adanya penyelewengan sebanyak lima unit,” kata Norriyatna, Rabu (21/11/2018).

Untuk yang masih sehat hingga saat ini kata Nori, masih tetap berjalan. Meskipun perkembangan usaha yang dikelola oleh BUMDes masih berjalan ditempat.

Soal itu akan terus menjadi bahan evaluasi pihaknya, agar keberadaan BUMDes di Lebak ini bisa terus berkembang dan maju.

Ia menjelaskan, dana penyertaan modal BUMDes bervariatif tergantung bagaimana desa yang menentukan. Artinya, pihak dinas tidak menentukan untuk nominalnya, karena itu merupakan otonomi desa.

“Kalau BUMDes yang tidak sehat, karena pengurusnya tidak sehat. BUMDes tidak kreatif dan beberapa faktor lainya,” ujarnya

“Termasuk target pendapatan atau PAdes, ditentukan dari hasil Musdes. Terpenting target PAdes masuk,” imbuhnya

BUMDes yang dinyatakan tidak sehat itu, untuk sementara akan dibekukan. Selain akan dilakukan pengurus akan dimintai pertanggungjawaban yang harus dilakukan melalui Musyawarah desa (Musdes).

“Harus dipertangungjawabkan dulu melalui Musdes. Hasil Musdes yang menentukan, karena pertanggungjawaban keuangan Bumdes adalah direktur Bumdes,” katanya.

Nori menegaskan, jenis usaha andalan yang dikelola BUMDes sekarang ini kebanyakan bergerak pada bidang jasa dan perdagangan.

Desa Darmasari misalnya, usaha BUMDes mengelola sampah, dan di Desa Cirendeu BUMDes nya mengelola pemanfaatan air laut menjadi air mineral. Sedangkan, di Desa Warung Banten, mengelola usaha konveksi.

“Untuk Desa Sawarna bergerak di bidang jasa agen BNI Link, Desa Cibadak dibidang jasa usaha perbengkelan,” pungkas Nori. (red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed