oleh

Dana Pilkada Lebak Jadi Sorotan

LEBAK | InteraksiMedia.com – Penggunaan dana Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 Kabupaten Lebak, Banten sebesar Rp65,5 miliar menjadi sorotan. Pasalnya, penggunaan dana tersebut diduga tidak transparan.

Informasi yang berhasil dihimpun wartawan, dugaan tersebut mengemuka berawal dari tidak transparannya pelaporan penggunaan dana di internal Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lebak.

Hal itu diperkuat pernyataan Ahmad Saparudin, mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lebak saat ditanya wartawan soal penggunaan dana tersebut.

Menurut Saparudin, Kepala Sekretariat KPU Lebak Tedi Kurniadi yang juga bertindak sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), tidak pernah melaporkan kepada dirinya dan komisioner KPU lainnya, soal penggunaan dana itu. Ia mengaku, tidak tahu lebih dalam soal teknis penggunaan dana itu, karena laporan dari kesekretariatan itu tidak berjalan dengan baik.

“Aturan kerjanya, sekalipun Sekretaris punya kewenangan penuh urusan itu, Dia (sekretaris) tetap harus melaporkan ke Ketua minimal tiga bulan sekali dan Ketua setelah dapat laporan wajib melaporkan ke anggota melalui rapat pleno. Tapi mekanisme ini enggak jalan, karena Sekretaris enggak pernah lapor,” aku Saparudin, saat dikonfirmasi wartawan belum lama ini.

Disinggung soal penetapan Bank Jabar Banten (bjb) untuk menyimpan dana sebesar Rp65,5 miliar yang bersumber dari hibah, Saparudin menyebut jika Sekretaris lah yang lebih banyak berinisiatif, meski sebelumnya pernah dibahas dalam rapat untuk alternatif menggunakan bank lain.

“Sekretaris bilang biar enak karena asal hibahnya dari Pemda yang menggunakan bjb, biar tidak lintas dan ribet ngurusnya. Maka tetap menggunakan bjb,” katanya.

Ditanya soal adanya pemberian dari bjb berupa barang ke sekretariat KPU seperti dua unit Sofa, lemari buku dan AC pada ruang rapat dan meja pasca penyimpanan dana Pilkada di bank tersebut, lagi-lagi Saparudin mengaku tidak pernah mendapat laporan dari S,ekretaris.

“Sekretaris tidak pernah melaporkan ke saya sebagai Ketua. Tapi setahu saya, ruang rapat bawah plus AC nya itu dari bjb. Dan dua sofa, satu yang di ruang sekretaris, satu lagi dipecah. Sepotong di ruang saya waktu itu, sepotong lagi di ruang Ibu Sri dan beberapa lemari buku. Tapi percisnya berapa saya tidak tahu karena Sekretaris tidak pernah lapor,” tukasnya.

Terpisah, Tedi Kurniadi, Sekretaris KPU Kabupaten Lebak saat dikonfirmasi wartawan membenarkan dana Pilkada Lebak 2018 disimpan di bjb Cabang Rangkasbitung.

Namun ia membantah, jika penetapan bjb sebagai bank yang ditunjuk untuk menyimpan dana pilkada itu hanya dilakukan atas inisiatif dirinya.

“Dananya disimpan di bjb, pembukaan rekening bjb itu atas persetujuan semua Komisioner KPU,” pungkasnya. (red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed